Penerapan Hak Asasi Manusia di Balai Pemasyarakatan

Kita perlu mengingat kembali bahwa sesungguhnya kita memiliki filosofi pemasyarakatan yang mengandung nilai-nilai HAM sangat tinggi seperti pernah disampaikan oleh DR. Sahardjo : “Tiap orang adalah manusia dan harus diperlakukan sebagai manusia, meskipun ia telah tersesat, tidak boleh selalu ditunjukan pada narapiodana bahwa ia itu penjahat, sebaliknya ia harus selalu merasa bahwa ia dipandang dan diperlakukan sebagai manusia” inti dari filosofi yang dimaksud bahwa pemasyarakatan sesungguhnya sudah mengandung nilai-nilai HAM, Pemasyarakatan adalah HAM dan HAM adalah Pemasyarakatan, jadi HAM dan Pemasyarakatan dapat diibaratkan dua sisi mata uang, sisi kanan Pemasyarakatan dan sisi kiri HAM. Namun yang perlu kita fahami sekarang, bagaimana kita mengimplementasikan HAM di dalam setiap kebijakan maupun dalam tugas operasional pemasyarakatan sesungguhnya.
Apabila kita melihat latar belakang sejarah bahwa Sistem Pemasyarakatan bertujuan bukan hanya sekedar aspek penjeraan saja agar narapidana itu mau bertobat tetapi juga sebagai suatu usaha rehabilitasi dan re-integrasi social fungsi pemidanaan.
Dalam Sistem Pemasyarakatan, sebagai dasar perlakuan terhadap warga binaan pemasyarakatan dituangkan di dalam sepuluh prinsip Pemasyarakatan, sedangkan yang berkaitan dengan Re-Integrasi Sosial terdapat dalam lima prinsip dari sepuluh prinsip pemasyarakatan antara lain :
1. Ayomi dan berikan bekal hidup agar mereka dapat menjalankan peranannya sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna; (prinsip kesatu)
2. Berikan bimbingan bukan penyiksaan supaya mereka bertobat; (prinsip ketiga)
3. Selama kehilangan kemerdekaan bergerak, para narapidana dan anak didik harus dikenalkan dengan dan tidak boleh diasingkan dari masyarakat;(prinsip kelima)
4. Pekerjaan yang diberikan kepada narapidana dan anak didik tidak boleh bersifat sekedar Pengisi waktu, juga tidak boleh diberikan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dinas atau kepentingan negara sewaktu-waktu saja. Pekerjaan yang diberikan harus satu dengan pekerjaan di masyarakat dan yang menunjang usaha peningkatan produksi.
5. Bimbingan dan didikan yang diberikan kepada narapidana dan anak didik harus berdasarkan Pancasila.
Berbicara mengenai peran BAPAS di dalam Sistem Pemasyarakatan, maka perhatian kita akan tertuju kepada bagaimana BAPAS berperan pada saat proses integrasi social dilaksanakan yaitu bagaimana Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dapat menuntun, menghantar dan mengarahkan Warga Binaan Pemasyarakatan kembali kepada lingkungan masyarakatnya secara baik dan sehat. Disinilah dapat dikatakan bahwa PK berperan sebagai ujung tombak Pemasyarakatan.
Instrumen HAM yang berkaitan dengan Peran BAPAS terdapat di dalam kebijakan Internasional dan kebijakan Nasional, adapun instrument yang berkaitan dengan Internasional mengacu kepada antara lain : Deklarasi Universal tentang Hak Asasi Manusia (Pasal 5,8,9,23 ayat 1,2,3, Pasal 25 ayat 1, Pasal 26 ayat 1,2); Konvenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik (Pasal 10 ayat 1,3,4, Pasal 12 ayat 1,2, Pasal 13 ayat 1,2) Konvensi Hak Anak (Pasal 17, Pasal 28 ayat 1 butir a,2,3 Pasal 24 ayat 1, Pasal 37 butir b,c); Konvensi Melawan Penganiayaan dan Perlakuan Kejam yang lain, Tidak Manusiawi atau Hukuman yang Menghinakan (Pasal 10,11,12,13,16); peraturan-peraturan minimum standar PBB Mengenai Administrasi Peradilan bagi Anak (The Beijing Rules) (Pasal 16,23,24) Konvenan Internasional tentang Hak Ekonomi Sosial dan Budaya (Pasal 6,7,12 ayat 1,2, Pasal 13 ayat 1,2); SMR (Pasal 59,60,61); Minimum Rules for Non Custodial Measures (Tokyo Rules).
Sedangkan instrument HAM Nasional yang berkaitan dengan peran BAPAS mengacu kepada : UUD 1945 Pasal 28 c, 28 h, 28 I; UU No.8/1981;KUHAP;UU No.12 tahun 1995 tentang Pemasyarakatan; UU No.5/1998; UU No.39/1999 tentang Pembinaan dan Pengembangan WBP; Keppres No. 36/1990; Kepmen Kehakiman No. M-01PK.04.10 th 1998; Kep. Dirjen.
Implementasi HAM dalam BAPAS terletak pada Pembimbingan, di dalam pasal 14 UU No.12 tahun 1995 tebtabg Pemasyarakatan disebutkan bahwa Narapidana mendapatkan hak antara lain: mendapatkan kesempatan asimilasi termasuk CMK; mendapatkan PB; mendapatkan CMB dan mendapatkan hak-hak lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melihat kondisi saat ini sesuai dengan Kepmen Kehakiman No. M-01-PK.04.10 tahun 1998 PK BAPAS berperan antara lain melakukan :
1. Litmas untuk :
a. Membantu penegak hukum terkait dalam perkara anak nakal
b. Menentukan program pembinaan
c. Menentukan program perawatan
d. Menentukan program bimbingan dan atau bimbingan tambahan bagi klien pemasyarakatan
2. Bimbingan kemasyarakatan dan Bimbingan Kerja bagi Klien Pemasyarakatan
3. Memberikan pelayanan terhadap instansi lain dan masyarakat yang meminta data atau hasil penelitian kemasyarakatan klien tertentu
4. Mengkoordinasikan pekerja social dan pekerja sukarela yang melaksanakan tugas pembimbingan
5. Pengawasan terhadap terpidana anak yang dijatuhi pidana pengawasan, anak didik pemasyarakatan yang diserahkan kepada orang tua, wali atau orang tua asuh yang diberi tugas pembimbingan

Kondisi yang diharapakan
Bahwa Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) Anak pada proses peradilan anak, kedudukan PK bukan sekedar pendamping yang membuat Litmas saja tetapi seharusnya berperan sebagai Guidance dan counselor yang memiliki intervensi; Litmas dalam menentukan Program Pembinaan Napi dan Andik, PK seharusnya juga berperan sebgai Adviser dan counselor dengan membuat case reocord sejak tahap awal masa Admisi Orientasikemudian ke tahap lanjutan sampai kepada tahap akhir.
Namun untuk mewujudkan kondisi yang diharapkan perlu untuk diperjuangkan. Permasalahan yang terjadi sebagai potensi pelanggaran HAM, antara lain PK tidak melakukan pembimbingan pada saat Amisi Orientasi (mapenaling); PK tidak membuat Litmas program pembinaan (case record) tahap awal bagi napi dan andik; PK tidak mendampingi klien di sidang pengadilan anak, hal ini bertentangan dengan kebijakan Internasional maupun nasional antara lain : UU 12 tahun 1995 tentang pemasyarakatan, UU No. 3/1997 tentang Pengadilan Anak, PP 31 / 1999 tentang Pembinaan danPembimbingan WBP pasal 10. SMR pasal 59,60,61; SMR for Non Custodial Measures (Tokyo Rules); Konvensi Hak Anak pasal 17,28;SMR for The Administration of Juvenile Justice (Beijing Rules)
Selanjutnya sasaran keberhasilan pelaksanaan Sistem Pemasyarakatan yang berkaitan dengan peran BAPAS dapat dilihat pada indicator keberhasilan antaralain meningkatnya secara bertahap jumlah napi yang bebas sebelum waktunya melalui proses pembinaan luar LAPAS; semakin menurunya dari tahun ke tahun angka residivis; dan semakin terwujudnya lingkungan yang menggambarkan proyeksi nilai-nilai masyarakat kedalam, Lapas dan semakin berkurangnya nilai-nilai sub kultur penjara dalam Lapas.
Akhirnya sebagai rekomendasi penerapan HAM di BAPAS bias terwujud apabila Pembimbing Kemasyarakatan mulai berperan dalam pembimbingan, sejak tahap awal yaitu pada masa mapenaling (Admisi Orientasi) dengan membuat case record, Litmas ini diperuntukan bagi napi B1 sampai ke tahap lanjutan dan tahap akhir sehingga benar meraih pembinaan dan pembimbingan terhadap WBP ke reintegrasi social tidak terputus; peran diharapkan PK bukan sekedar membuat Litmas tetapi juga sebagai PK professional yang dapat memberikan advokasi dan counseling bagi WBP yang bekerja berdampingan dengan petugas Lapas, dengan demikan perlu diadakan ruang konsultasi PK di Lapas.

Oleh : Hj. Rachmayanthy, Bc.IP,S.H,M.Si.
Kepala Balai Pemasyarakatan Klas II Serang

Tentang BALAI PEMASYARAKATAN SERANG

Balai Pemasyarakatan ( Bapas ) Serang adalah unit pelaksana teknis dari Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Banten
Pos ini dipublikasikan di JURNAL dan tag . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penerapan Hak Asasi Manusia di Balai Pemasyarakatan

  1. lilik berkata:

    lumayan blog Bapas serang , bapas lain maupun UPT Pas yang lain perlu mencontoh Kiprah bu Hajah Rahma.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s