PK Bapas Serang dampingi anak pelaku pembunuhan juragan bakso

sidang pn

Tangerang, sidang perkara terbunuhnya pemilik warung bakso “rasa nyaman” serpong digelar siang tadi. Dalam sidang yang tertutup untuk umum tersebut bertindak sebagai hakim Karsin dan JPU shanti. Dalam surat dakwaannya santi mengenakan pasal berlapis kepada RS yakni pasal 340 jo 55 subs pasal 351 Subs 338 Subs 365 KUHP. Sebelum dakwaan dibacakan, hakim terlebih dahulu meminta petugas PK Bapas Serang untuk menyampaikan Laporan Hasil Penelitian Kemasyarakatan. Nasir yang mewakili Bapas Serang sebagai PK pendamping RS   dalam Laporan Litmasnya  menyebutkan bahwa RS berasal dari keluarga tidak mampu dan ayahnya di kampung sedang menderita sakit struk. Disampaikan juga bahwa RS adalah anak yang baik dan bwrbakti kepada orang tuanya, karena sejak ayahnya lumpuh RS lah yang membiaya pengobatan ayahnya dan biaya sekolah adiknya di Sulawesi Selatan, sementara hal yang melatar belakangi RS melakukan pemukulan kepada korban adalah akibat rasa emosi setelah mengetahui korban berselingkuh dengan ibunya. Dalam rekomendasinya, Nasir meminta kepada Hakim agar memberikan keringanan hukuman bagi RS sebagaimana diharapkan oleh keluarga RS yang berada di kampung. Di sisi lain, keluarga korbam yang sejak pagi hari sudah datang berteriak keras dari luar ruang sidang saat tersangka RS dibawa masuk ke dalam ruang sidang saharjo. Pihak keluarga korban meminta agar RS dijatuhi hukuman mati, “nyawa dibayar nyawa” begitu ucapan salah seorang adik korban. Memandang perkara ini dari aspek hukum maka terhadap RS meski saat ini ia telah berusia 18 tahun namun pada saat terjadinya tindak pidana usianya belum genap 18 tahun maka terhadapnta masih tetap diberlakukan acara pidana dan ancaman hukum bagi anak, hal ini sesuai dengan pasal 4 ayat 2 undang undang pengadilan anak yakni setengah dari ancaman dewasa sehingga hukuman tertinggi yang dapat dijatuhkan pada RS hanyalah pidana penjara sepuluh tahun. Dalam pertimbangam Litmasnya Nasir juga meminta kepada hakim agar mempertimbangkan faktor bahwa RS melakukan kekerasan bukan semata mata atas niat dan rencana dari dirinya melainkan karena disulut oleh perbuatan korban yang berselingkuh dengan ibu RS. Sidang ditutup pada pukul 14.50 dengan agenda sidang berikitnya tanggal 5 Mei 2014 untuk mendengrkan keterangan para saksi lainnya serta keterangan terdakwa.

Dipublikasi di JURNAL | Tinggalkan komentar

PEMBUKAAN PELATIHAN KETERAMPILAN BAGI KLIEN BAPAS SERANG

Bertempat di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Serang, Senin (24/03) Balai Pemasyarakatan Serang bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Banten mengadakan ” Pelatihan Keterampilan Bagi Klien Bapas Serang”. Acara dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten (Danan Purnomo, SH, M.Si). Turut hadir Kepala Divis Administrasi, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Kepala Dinas Sosial Provinsi Serang yang diwakili oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial ( Anda Suhanda, S.Sos, M.Si), para Instruktur Mekanik, pendamping serta peserta pelatihan.

Gambar

Pelatihan keterampilan dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 24 Maret s/d 2 April 2014 dengan peserta pelatihan keterampilan  yakni  klien pemasyarakatan yang sedang menjalani masa Pembebasan Bersyarat (PB) dan proses resosialisasi di lingkungan sosial masyarakat dengan jumlah peserta 15 orang. Pelatihan keterampilan otomotif/perbengkelan bagi klien bertujuan  untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kerja, menciptakan aktivitas yang produktif, meningkatkan kemampuan untuk mengelola usaha ekonomis produktif, menciptakan klien yang dapat berusaha secara mandiri, tercapainya pemulihan kembali harga diri, kepercayaan diri para eks narapidana untuk melaksanakan peran dan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan bermasyarakat dan terhindarnya kembali dari perilaku pelanggaran Hukum.

Gambar

Gambar

 

Dipublikasi di JURNAL | Tinggalkan komentar